Facebook Twitter Google RSS
Results for tugas Show all posts
Bagian bagian tumbuhan dan Fungsinya

Bagian bagian tumbuhan dan Fungsinya


Tumbuhan dan Fungsinya Tumbuhan bagian-bagian yang terstruktur yang memiliki fungsi /peran dan organel-organel dengan fungsi masing-masing. Organel sel tumbuhan dan sel hewan memiliki perbedaan, dari jumlah-jumlah organnya. Organel-organel tersebut sangat berperan dalam mendukung setiap kinerja dari tanaman atau tumbuhan. Organel-organel sel tumbuhan dan fungsinya dapat dilihat seperti dibawah ini..

1. Organel Sel Tumbuhan #Nukleus (Inti Sel)
Nukelus (Inti Sel) adalah organel sel yang sangat penting dan khusus, pusat utama sel yang menyimpan materi ginetik (kromosom) dari sel tertentu. Fungsi Organel sel Nukleus adalah mengkoordinasikan proses metabolisme misalnya pertumbuhan sel, sintesis protein dan pembelahan sel. Inti dan isinya disebut dengan nukleoplasma

2. Organel Sel Tumbuhan #Plastida (Kloroplas)
Plastida (Kloroplas) adalah  bagian sel tumbuhan yang membawa pigmen klorofil. Fungsi Plastida adalah membantu tumbuhan sehingga dapat menjalani fotosintesis dengan sempurna.

3. Organel Sel Tumbuhan #Ribosom
Ribosom adalah organel yang memiliki ukuran yang kecil dan padat didalam sel yang berfungsi sebaga tempat dalam sintesis protein yang mengandung protein (40%) dan Asam ribonukleat atau RNA (60%). Ribosom terbagi atas dua yakni ribosom bebas dan ribosom terikat. ribosom bebas adalah ribosom yang muncul secara bebas sedangkan ribosom terikat adalah melekat dengan organel retikulum endoplasma.

4. Organel Sel Tumbuhan #Mitokondria
Mitokondria adalah organel yang bermembran rangkap yakni membran dalam dan membran luar dengan berlekuk-lekuk (krista). mitokondria berguna dalam memecah karbohidrat kompleks dan gula yang dimanfaatkan. Fungsi mitokondria adalah tempat respirasi aerop dalam pembentukan ATP sebagi sumber energi.
. Organel Sel Tumbuhan #Badan Golgi (Kompleks Golgi)
Badan Golgi adalah kantung pipih bertumpuk yang tersusun dan terikat oleh membran dengan ukuran kecil dan besar. Fungsi dari Badan golgi adalah mengangkut zat kimia keluar ke dalam dan keluar sel setelah lemak dan protein di sintesis oleh retikulum endoplasma, badan golgi mengubah dan mempersiapkannya untuk keluar dari sel.

6. Organel Sel Tumbuhan #Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum Endoplasma (RE) adalah organel yang menghubungkan antara nukleus dan sitoplasma. Retikulum endoplasma memiliki kantung yang berbelit-belit. Retikulum endoplasma terbagi dua yakni Retikulum endoplasma kasar dan halus. retikulum endoplasma kasar adalah ditutupi oleh ribosom sedangkan retikulum endoplasma halus adalah tidak ditutupi ribosom atau ditempeli ribososm. Fungsi Retikulum Endoplasma (RE) adalah penghubung dan pengangkutan struktur steroid, protein dan glikogen dan senyawa lainnya.

Dial Indikator, Kegunaan dan Cara Kerjanya

Dial Indikator, Kegunaan dan Cara Kerjanya


Dial Indikator, Kegunaan dan Cara Kerjanya
1.Pengertian :
Dial Indikator atau juga dikenal dengan Dial Gauge ialah alat ukur dengan skala pengukuran yang sangat kecil, contohnya pada pengukuran pergerakan suatu komponen (backlash, endplay) dan pengukuran kerataannya (round out). Dial gauge ini merupakan tools yang tidak dapat berdiri sendiri, artinya ia mesti dipasangkan pada suatu alat bantu yang disebut: Magnetic Base, sebagai pemegang dial gauge dan berfungsi mengatur posisi dari dial gauge (tinggi-rendahnya, kemiringannya) pada tempat atau permukaan benda yang diukur.

2.Kegunaan/Fungsi :
•Mengukur kerataan permukaan bidang datar.
•Mengukur kerataan permukaan dan kebulatan sebuah poros.
•Mengukur kerataan permukaan dinding Cylinder.

3.Cara Menggunakan/Mengukur :
•Pasang contact point pada dial indikator.
•Pasang dial indicator pada standnya.
•Tempelkan contact point pada benda kerja yang akan diukur.
•Kendorkan screw pengikat pada skala dan posisikan angka nol sejajar dengan jarum penunjuk. lalu kencangkan lagi screw pengikat.
•Gerakkan benda kerja sesuai kebutuhan.
•Baca nilai penyimpangan jarum penunjuk pada skala.
•Untuk mendapatkan hasil yang benar, harus diketahui ketelitian skala pada dial tersebut.
4.Tingkat Ketelitian :
Tingkat ketelitian anatara 0,01 mm sampai 0,001 mm (tergantung tipe dial indikator).
5.Cara Membaca Skala dan Hasil :
Untuk dial gauge metric (mm), skala utama ditunjukan dengan jarum panjang (long hand), satu putaran jarum panjang (dari nol ke nol = 100 strip) menandakan skala 1 mm, dan akan ditunjukan dengan pergerakan jarum pendek (short hand) sejauh 1 strip yang berarti probe spidle bergerak sejauh 1 mm. Satu putaran jarum pendek (short hand) dari nol ke nol sebanyak 10 strip atau sama dengan 10 x 1 mm = 10 mm atau 1 cm. Sehingga tingkat akurasi (1 strip jarum panjang) dial gauge metric adalah 1 mm dibagi 100 strip sama dengan 0,01 mm.

Untuk dial gauge English (inch), skala utama ditunjukan dengan jarum panjang (long hand), satu putaran jarum panjang (dari nol ke nol = 100 strip) menandakan skala 0,1 inch, dan akan ditunjukan dengan pergerakan jarum pendek (short hand) sejauh 1 strip yang berarti probe spindle bergerak sejauh 0,1 inch. Satu putaran jarum pendek (short hand) dari nol ke nol sebanyak 10 strip atau sama dengan 10 x 0,1 inch = 1 inch. Sehingga tingkat akurasi (1 strip jarum panjang) dari dial gauge English (inch) adalah 0,1 inch dibagi 100 strip sama dengan 0,001 inch.

6.Bagian-bagian :
•Jarum Panjang :
Jarum panjang ini akan langsung bergerak jika bagian bidang sentuh tertekan oleh benda kerja. Nilai pergerakan dari jarum panjang tersebut tergantung pada hasil kali antara skala dengan angka yang di tunjuk jarum panjang dial gauge tersebut. contohnya : dial gauge skala 0,01 mm, apabila jarum panjang menunjuk angka 10 berarti 0,01 x 10 = 0,1 mm.
•Jarum Pendek :
Jarum pendek akan bergerak satu step/ruas, jika jarum panjang berputar dari angka nol sampai angka nol lagi (satu putaran). contohnya : nilai pergerakan satu ruas dari jarum pendek adalah 0,01 mm x 100 = 1 mm (ini jika nilai skala 0,01 mm).
Jadi, jika jarum pendek berputar sampai satu putaran berarti 1 x 10 = 10 mm.
•Batas Toleransi :
Batas toleransi pada alat ini terdapat dua batas toleransi dan dapat digeser kekiri dan kekanan sesuai dengan yang kita inginkan untuk melihat batas pergerakan jarum panjang kekiri atau kekanan, ketika proses pengukuran benda kerja.

•Bidang sentuh benda kerja :
Bagian ini akan bergerak naik atau turun jika bersentuhan dengan permukaan benda kerja saat benda kerja bergerak terhadap bidang sentuh tersebut. Jarum panjang akan bergerak kearah kanan jika bidang sentuh bergerak kearah atas. Jarum panjang akan bergerak kekiri jika bidang sentuh bergerak ke bawah.

7.Cara Kalibrasi :
•Letakkan dial indikator pada tempat yang datar.
•Lihatlah skala utama dan skala nonius.
•Jika di skala utama tidak menampilkan angka 0 (nol), maka putar skrup pengkalibrasi searah jarum jam atau sebaliknya, tergantung pada keperluan, sampai jarum skala utama menunjukkan angka 0 (nol). Lakukan hal yang sama pada skala nonius.
8.Nama lain Dial Indikator :
•Dial Gauge.
•Jarum ukur.
9.Jenis-jenis :
•Dial gauge dengan nilai skala 0,01 mm :
Jenis ini dapat dipakai untuk mengukur dengan batas ukuran hingga 10 mm.
•Dial gauge dengan nilai skala 0,01 mm :
Jenis ini memiliki batas ukur hingga 1 mm.
•Dial gauge dengan nilai skala 0,0005 mm :
Jenis ini memiliki batas ukur hingga 0,025 mm.

10.Cara Merawat :
•Bersihkan dial indikator dari debu atau kotoran pada poros peraba atau batang pengukur sebelum dan sesudah pemakaian.
•Dial indikator sebaiknya disimpan pada tempat yang aman dan jauh dari getaran-getaran, karena dial indikator mudah pecah/rusak.
•Dial indikator sebaiknya disimpan ditempat yang suhu dan kelembabannya stabil.
11.Skala utama/Skala nonius :
•Skala utama : 8
•Skala nonius : 75 divisi x 0,01 (mm)=0,75

Tugas IKM Promkes

Tugas IKM Promkes


Kasus Individu
Di suatu tempat, tepatnya di desa Tajinan, Kabupaten malang ada seorang lelaki paruh baya yang bernama pak Ahmad Sulton , pak sulton bertempat tinggal di jalan raya sumbersuko RT 10 RW 03 Tajinan, malangtepatnya pak sulton ini adalah tetangga saya. saat ini usia pak sulton 50 tahun pada tanggal 1 september 2016 beliau mengidap penyakit DBD . Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung selayaknya penyakit flu. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus banyak berkembang biak di daerah padat penduduk,  misalnya di kota-kota besar  beriklim lembap dan hangat.

Gejala awal paksulton mengidap DBD saat ia mengecekkan darah kepuskesmas pada tanggal 23 agustus 2016 saat di cek darah trumbosit pak sulton turun secara drastis dimana yang sebelumnya trombositnya normal 250.000/mel turun menjadi 50. 000/mel awlalnya sebelum mengecekkan darah ke puskesmas pak sulthon demam tinggi mendadak disertai mual dan muntah, sakit kepala, dan nyeri karena dikhawatirkan terkena DBD pak sulthon langsung cek darah dan benar saja pak sulthon terkena DBD ,

Tindakkan paksulton setelah memperiksakan diri ke puskemas pak sulton meminum obat paracetamol 500mg , karena untuk menurunkan demam , disis lain pak sulton juga haru sering minum jus jambu biji karena untuk menikan trombosit , dan pak sulthon harus istirahat total
Menurut saya, cara mencegah DBD adalah berperilaku hidup sehat antara lainBersihkan bak mandi seminggu sekali, Perhatikan perabotan rumah tangga , Gunakan kasa nyamuk, Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama, Gunakan lotion anti nyamuk atau kelambu, maka dari itu marilah kita senantiasa menjaga kesehatan diri, lingkungan dan sekitar dan masyarakat setempat agar terhindar dari penyakit DBD.

Kasus Masyarakat
Kecamatan Tajinan merupakan desa padat penduduk yang terdiri dari 12 kelurahan , disalah satu kelurahan tepatnya di desa Randugading kabupaten Malang pernah terjadi wabah chikungunya,  Chikungunya adalah penyakit virus yang menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini berperan sebagai perantara atau vektor yaitu organisme yang membawa virus chikungunya di dalam tubuhnya tanpa terjangkiti. Keduanya adalah jenis nyamuk sama yang menyebabkan demam berdarah. Penyebab dan gejalanya yang serupa menyebabkan penyakit chikungunya sering didiagnosis secara keliru sebagai penyakit demam berdarah.
Demam chikungunya masih sering menjadi masalah epidemi di daerah tropis dan subtropis, sepetri halnya di kecamatan tajinan  . Rendahnya status kekebalan penduduk terhadap virus serta tingginya jumlah nyamuk sebagai vektor virus chikungunya menjadi faktor pendukung timbulnya epidemi penyakit ini. Disinyalir meningkatnya genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk ketika musim hujan juga ikut berkontribusi. Disisi lain masyarakat tajinan kurang perduli terhadap lingkungan sekitarnya
Setelah tergigit nyamuk yang membawa virus, gejala akan mulai terasa pada 4-8 hari, namun juga dapat dimulai sejak 2-12 hari setelah gigitan. Gejala-gejala awalnya menyerupai gejala-gejala flu.
Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan chikungunya. Obat-obatan pereda rasa sakit dan antiradang hanya bertujuan meredakan gejala. Di antaranya penurun demam dan analgesik untuk meredakan nyeri otot dan rasa sakit yang lain. Pada sebagian penderita yang kekurangan cairan, misalnya akibat kehilangan nafsu makan dan malas minum, pemberian cairan oralit atau infus bisa dilakukan untuk mencegah dehidrasi.
Menurut saya , untuk mengani kasus diatas sebaiknya masyarakat harus perduli terhadap kesehatan diri sendiri dan kesehatan keluarga, disisi lain masyarakat harus perduli akan lingkungan sekitarnya , dengan demikian kasus wabah cikungunya dapat di minimalisir

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan

Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan


1.PONDASI
Pondasi adalah suatu bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadinya differential settlement pada sistem strukturnya.
Untuk memilih tipe pondasi yang memadai, perlu diperhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya.
Hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tipe pondasi:
1. Keadaan tanah pondasi
2. Batasan-batasan akibat konstruksi di atasnya (upper structure)
3. Keadaan daerah sekitar lokasi
4. Waktu dan biaya pekerjaan
5. Kokoh, kaku dan kuat
Umumnya kondisi tanah dasar pondasi mempunyai karakteristik yang bervariasi, berbagai parameter yang mempengaruhi karakteristik tanah antara lain pengaruh muka air tanah mengakibatkan berat volume tanah terendam air berbeda dengan tanah tidak terendam air meskipun jenis tanah sama.
Jenis tanah dengan karakteristik fisik dan mekanis masing-masing memberikan nilai kuat dukung tanah yang berbeda-beda. Dengan demikian pemilihan tipe pondasi yang akan digunakan harus disesuaikan dengan berbagai aspek dari tanah di lokasi tempat akan dibangunnya bangunan tersebut.
Suatu pondasi harus direncanakan dengan baik, karena jika pondasi tidak direncanakan dengan benar akan ada bagian yang mengalami penurunan yang lebih besar dari bagian sekitarnya.
Ada tiga kriteria yang harus dipenuhi dalam perencanaan suatu pondasi, yakni :
1. Pondasi harus ditempatkan dengan tepat, sehingga tidak longsor akibat pengaruh luar.
2. Pondasi harus aman dari kelongsoran daya dukung.
3. Pondasi harus aman dari penurunan yang berlebihan .        
  sumber:azwaruddin.blogspot.com
2.BALOK SLOOF
Sloof adalah konstruksi yang berupa balok mendatar yang menumpu di atas pasangan fontasi staal, yang berfungsi sebagai pengikat bagian bawah tiap-tiap kolom. Sloof juga berfungsi untuk meratakan beban bangunan dan mengurangi resiko penurunan yang tidak seragam (differential settlement) akibat perbedaan daya dukung tanah yang menumpu fondasi. Untuk bangunan rumah tinggal, sloof umumnya dibuat dengan struktur beton bertulang. Untuk bangunan rumah dua lantai, sloof dibuat dua macam, yaitu sloof struktur dan sloof praktis.
Sloof struktur dibuat sebagai pengikat bagian bawah dari kolom-kolom struktur. Sloof praktis tidak difungsikan sebagai pengikat antar kolom struktur tetapi dibuat sebagai dudukan pasangan dinding yang belum terdapat sloof struktur. Sloof praktis dapat dibuat dengan ukuran 12x20cm atau 15x20cm. Karena gaya yang bekerja pada sloof struktur lebih besar, makan sloof struktur perlu dibuat lebih besar daripada sloof praktis sesuai gaya yang bekerja padanya.
3.RING BALOK
Ring balok atau ring balk adalah struktur yang diletakkan di atas pasangan batu dan bata. Fungsi ring balok adalah sebagai tumpuan konstruksi atap dan sebagai pengikat pasangan dinding batu bata bagian atas agar tidak runtuh. Ring balok yang umumnya digunakan untuk bangunan rumah tinggal sederhana adalah ring balok dengan lebar 15 cm dan panjang 20 cm.
A.Komponen-komponen Penyusun Balok Ring:
1. Beton (dengan campuran 1pc:2ps:3pk atau yang lebih baik)
2. Besi baja tulangan (syarat penulangan telah kita uraikan kan……akan lebih baik jika dilihat pada posting Klik disini
3. Begisting balok ring atau cetakan beton
4. Masing masing komponen tersebut diatas terbagi menjadi biaya bahan dan biaya tenaga atau biaya tukang.

4.KONSTRUKSI  ATAP
Konstruksi atap adalah bagian paling atas dan suatu bangunan, permasalahan konstruksi atap tergantung pada luasnya ruang yang harus dilindungi, bentuk dan konstruksi yang dipilih, dan lapisan penutupnya.
Pengaruh lingkungan luar terhadap atap menentukan pilihan penyelesaian yang baik terhadap suhu ( sinar matahari ), cuaca ( air hujan dan kelembaban udara), serta keamanan terhadap kebakaran (petir dan bunga api) sehingga atap harus memenuhi kebutuhan terhadap keamanan dan kenyamanan.
Konstruksi atap rangka kayu adalah suatu konstruksi yang berfungsi bagai penahan beban penutup atap, yang melindungi penghuni rumah dan panas matahari, angin dan air hujan, yang strukturnya terbuat dan rangka kayu.
Konstruksi atap rangka kayu memiliki elemen-elemen sebagai berikut
1. Kuda-kuda
Kuda-kuda merupakan penopang (iga-iga) yang menyalurkan gaya tekan, sedangkan balok dasar pada kuda – kuda yang berfunfsi sebagai penahan dasar gaya tarik, serta tiang tengah (ander) yang mendukung balok bubungan (molo) dan menerima gaya tekan.
Pekerjaan Konstruksi Atap
Kuda-kuda, gording, konsul, ikatan angin, klos, usuk, reng dan seluruh rangka atap dibuat dari kayu kualitas baik tua, kering atau tidak pecah-pecah.
Papan lisplang bisa digunakan kayu atau woodplank
Baut, mur, besi strip dari bahan besi / baja.
Ukuran kayu :
Kaki kuda-kuda – ukuran 8/12 cm
Pengerat – ukuran 8/12 cm
Ander – ukuran 8/12 cm
Skoor – ukuran 8/12 cm
Nok – ukuran 8/12 cm
Pengapit – ukuran 2 x 6/12 cm
Gording – ukuran 8/12 cm
Konsol – ukuran 8/12 cm
Usuk – ukuran 5/7   cm
Reng – ukuran 3/4   cm / 2/3 cm tergantung jenis genteng yang dipakai
listplank kayu – ukuran 3/30 cm / 2/20 cm
Pelaksanaan Pekerjaan.
Semua pekerjaan kayu yang harus diserut rata dan licin hingga memberikan penyelesaian yang baik dan sedikit penghalusan.
Kaso-kaso dipasang setiap jarak 50 cm, harus waterpass menurut kemiringan atap, sedangkan reng dipasang setiap jarak sesuai dengan ukuran genteng.
Permukaan kayu yang tampak (papan lisplank, skoor) harus diserut rata dan licin, setiap sambungan konstruksi atas agar diperhatikan adanya pen/joint yang berfungsi pengunci.
Pekerjaan kayu harus rata, melentur, bengkok

Bukti Bukti Kekuasaan dan Keesaan

Bukti Bukti Kekuasaan dan Keesaan


Bukti-Bukti Kekuasaan dan Keesaan
Bukti-bukti kekuasaan dan keesaan dikeluarkan melalui dalil-dalil tentang kekuasaan dan keesaan yang mengandung berbagai argumen dan bukti eksistensi Al-Khaliq, Al-Mudabbir, AlHakim.
Diawali dengan menyebutkan langit dan bumi, lalu pergantian siang dan malam, kapal besar yang mengarungi gelombang lautan, awan dan mendung yang menurunkan hujan sebagai rahmat bagi hamba-hamba-Nya, dan diakhiri dengan perintah tafakur dan tadabur mengenai keindahan ciptaan Allah. Allah berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan  malam, bahtera yang berlayar dilaut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan air yang diturunkan Allah dari langit, lalu sesudah itu Dia hidupkan Bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan dibumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin serta awan yang dikendalikan antara langit dan bumi.

Sungguh yang pada demikian itu terdapat tanda-tanda kebesaran dan keesaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (Qs.Al-Baqarah: 164).

Bukti-Bukti Kekuasaan dan Keesaan, Allah swt menyebutkan dalam ayat ini delapan macam keajaiban ciptaan-Nya, untuk mengingatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya dan pelajaran yang dikandungnya :
Pertama,  penciptaan langit yang indah dan isinya, seperti bintang-bintang, matahari dan bulan.
Kedua, pembentukan bumi dan isinya, seperti gunung-gunung, lautan, sungai, pohon, logam dan permta yang dikandungnya.
Ketiga, pergantian siang dan malam, panjang dan pendeknya, terang dan gelapnya, bertambah dan berkurangnya.
Keempat, kapal-kapal raksasa yang besarnya seperti gunung, yang penuh dengan beban dan penumpang, yang berlayar dengan bantuan angin yang bertiup secara teratur.
Kelima, hujan yang disebabkan Allah menjadi sebagai penyebab adanya siklus kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, serta diturunkan dengan ukuran tertentu.
Keenam, jenis-jenis mahluk yang Allah sebarkan dan serakan dimuka bumi ini, seperti: manusia, binatang ternak, burung-burung yang berbeda bentuk dan rupanya.
Ketujuh, bertiupnya angin ke utara dan selatan, panas dan dinginnya, serta kekuatan yang dikandungnya sehingga dapat mencabut bebatuan dan pepohonan.
Kedelapan, awan yang diberjalankan diantara langit dan bumi oleh Allah dengan kekuasaan-Nya, yang membawa berton-ton air tawar. Maha Suci Allah Yng Maha Esa Lagi Maha Penyayang.
Wahai orang-orang yang mulia, inilah sebagian ayat-ayat kuniah Allah yang menunjukan keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya, yang disebutkan-Nya dalam ayat yang agung ini, agar kita mendapatkan petunjuk tentang kebesaran Yang Maha Pencipta dan Al-Khali

Cara Cara menaksir atau mengira ngira

Cara Cara menaksir atau mengira ngira


CARA CARA MENAKSIR
Menaksir itu adalah mengira-ngira. Oleh karena itu jika hasil penaksiran berbeda sedikit dengan kenyataan sebenarnya (dengan batas tertentu. Kemudian disebut toleransi) sudah dianggap baik/benar.
Menaksir Lebar Sungai
Dengan cara perbandingan
1. Tetapkan titik A diseberang sungai (pohon/batu)
2. Jadikan tempat kita berdiri (titk B)
3. Berjalanlah ke kiri/sisi sungai sejauh 10m, itu titik C
4. Dari titik C jalan terus  sejauh 5m  (setengah dari jarak BC) dan itu adalah titik D.
5. Dari titik D tersebut kita jalan menjauhi sungai kearah E,dengan pandangan melihat ke samping. Berhentilah jika sudah melihat titik C dan titik A tepat satu garis.
6. Dengan demikian jarak lebar sungai adalah 2XDE
Menaksir Tinggi
a. Menaksir Tinggi Pohon
1. Kita berjalan dari pohon sejauh 11m, sebut saja titik  B
2. Di titik B, berdiri seorang temanmu (diam) dengan sebatang Tongkat. Lalu kita maju 1m ke titik C.
3. Di titik C, kita bertiarap dan intai ujung atas pohon melalui Sisi tongkat. Perhatikan tinggi pohon terletak dimana pada Tongkat. Sebut itu titik D tinggi pohon adalah titik E
4. Maka tinggi pohon (AE) adalah 12 x BD.
5. Rumus tingginya AE = 12 BD

b. Menaksir Tinggi Tiang Listrik / bendera

1. Tinggi Tongkat (AB) missal adalah 160cm
2. Tinggi tiang listrik dimisalkan CD
3. Banyangan tongkat misalkan 20cm. jadi perbandingan 20 : 160 = 1: 8
4. Jika panjang bayangan tiang listrik di tanah 80cm,menaksir tinggi tiang dengan cara mengalikanya dengan skala perbandingan tongkat
Tinggi Tiang = 80cm x 8 = 640cm = 6,4m

Menaksir Kecepatan Arus Sungai
a. Kita tentukan 2 titik di tepi sungai / selokan, sebut saja titik A dan B
b. Jaraknya jangan terlalu jauh, 2m,5m, atau 10m (usahakan mencari lintasan air yang lurus, tidak banyak rintangan)
c. Lalu di titik A kita hanyutkan benda yang ringan dan mengapung, benda akan terbawa arus ke B.
d. Hitung waktu dari mulai titik A sampai benda itu sampai ke titik B.
RUMUS Kecepatan Arus adalah V = Jarak / waktu jarak 10m, waktu tempuhnya 4,5 detik.
Kecepatan arus adalah = 10m : 4,5detik = 22m/dtk

Contoh contoh Bentuk Interaksi Sosial

Contoh contoh Bentuk Interaksi Sosial

Contoh-contoh Bentuk Interaksi Sosial
*Contoh Interaksi sosial di lingkungan keluarga

Keluarga terdiri atas ayah, ibu dan anak, yang merupakan kesatuan sosial terkecil. Tetapi terkadang di dalam keluarga terdapat anggota keluarga lain seperti kakek, nenek, paman, bibi, dan sebagainya.
Dalam kehidupan sehari-hari dapat kita saksikan interaksi sosial yang dilakukan oleh anggota keluarga sesuai dengan status dan norma yang dianut. Interaksi terjadi melalui cara saling menyapa, berbicara, bercerita ataupun menggunakan bahasa-bahasa isyarat.
Seorang anak harus mematuhi, mengikuti, dan menghormati anggota keluarga yang lebih tua atau kedua orang tuanya. Demikian pula yang lebih tua memberi contoh, membimbing, serta menyayangi kepada yang lebih muda.

Interaksi sosial dalam keluarga terkadang dijumpai adanya perbedaan pendapat (kontravensi) dan mungkin juga terjadi pertentangan (konflik) di antara anggotaanggotanya. Perbedaan dan pertentangan dalam keluarga apabila disikapi dengan baik dapat dijadikan sebagai pelajaran untuk mendewasakan pribadi masing-masing.

*Contoh Interaksi sosial di lingkungan sekolah

Dalam lingkungan sekolah terjadi interaksi sosial antara komponen-komponen pendukungnya yang memiliki status yang berbeda-beda. Misalnya kepala sekolah, guru, siswa, pegawai tata usaha, penjaga sekolah, dan komponen lainnya.

Masing-masing komponen menjalankan fungsi sesuai dengan statusnya, misalnya kepala sekolah yang mempunyai tanggung jawab atas seluruh aktivitas di sekolahnya. Tindakan sehari-harinya harus mencerminkan tindakan sebagai kepala sekolah misalnya dalam berinteraksi dengan guru, murid, karyawan, bahkan dengan penjaga sekolah.

Kepala sekolah harus demokratis, kebapakan, terbuka, jujur, dan penuh kekeluargaan. Ia harus menjadi contoh bagi murid, guru, dan karyawan-karyawannya.

Demikian pula sebagai guru, murid, pegawai tata usaha, dan penjaga sekolah harus menyesuaikan dengan aturan dan norma-norma yang berlaku di lingkungan sekolah.

*Contoh Interaksi sosial di lingkungan masyarakat

Interaksi sosial di lingkungan masyarakat sangat beraneka ragam sesuai dengan status dan perannya masing-masing. Interaksi dapat berlangsung di jalan, pasar, lapangan, kantor, atau tempat peribadatan.

Interaksinya dapat meliputi hubungan antartetangga, antarwarga masyarakat dengan warga lainnya. Bentuk interaksi dapat berupa kerja sama atau gotong royong, dapat juga berupa persaingan, kontravensi, atau pertentangan.

*Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.Pelakunya lebih dari satu orang.
2.Ada komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial.
3.Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas, terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan pelaku.
4.Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa datang) yang akan menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.
 
-->