Facebook Twitter Google RSS

Sejarah pramuka indonesia

, ,
Sejarah Pramuka Praja Muda Karana

Pramuka sendiri merupakan kependekan dari Praja Muda Karana atau yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Pada tahun 1961 istilah Pramuka pertama kali digunakan di Indonesia, namun sebenarnya gerakan pramuka sudah ada sejak jaman penjajahan dengan nama kepanduan.
Lain halnya dengan di dunia, Pramuka disebut dengan Scout, sedangkan gerakan pramuka disebut juga dengan Scouting atau Scout Movement. Lord Robert Baden Powell yang saat ini juga merupakan Letnan Jenderal tentara Inggris merupakan pendiri Pramuka pada 25 Juli 1907, dimana saat itu ia mengadakan perkemahan pertama kalinya di pulau Brown Sea, Inggris, selama 8 hari. Dan di tahun 1908 ia menulis buku yang berisi prinsip dasar kepramukaan, ‘Scouting For Boys’ atau Pramuka untuk laki-laki.
Sejarah Pramuka Dunia berlanjut dimana Baden Powell bersama adik perempuannya yang bernama Agnes membnetuk organisasi Pramuka untuk perempuan yang disebut ‘Girls Guides’ pada tahun 1912. Lalu istri dari Baden Powell pun melanjutkan organisasi kepramukaan perempuan ini. Sejarah Kepramukaan Dunia pun berlanjut dimana tahun 1916 kelompok Pramuka siaga berdiri dengan nama CUB (anak serigala). Buku yang berjudul ‘The Jungle Book’ pun menjadi pedoman dari kegiatan kelompok tersebut, buku tersebut dikarang oleh Rudyard Kipling.

Rover Scout yang dibentuk oleh Baden Powell di tahun 1918 juga ikut tercatat dalam Sejarah Kepramukaan Dunia, organisasi tersebut dikhususkan bagi mereka yang berusia 17 tahun. Di tahun 1922 Baden Powell pun menerbitkan buku yang berjudul ‘Rovering To Succes’, buku tersebut menggambarkan pemuda yang mengayuh sampan menuju ke pantai bahagia. Tahun 1920, Jambore pertama kali diadakan di dunia dan hal tersebut sangat berpengaruh pada Sejarah Pramuka Dunia, di tahun yang sama juga 9 orang biro yang berpusat di London tergabung dalam Dewan Internasional Pramuka.

5 kantor wilayah, seperti di Costa Rica, Mesir, Filipina, Nigeria juga Swiss. Sedangkan untuk putri memiliki lima kantor sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Eropa dan Asia Pasifik. Jambore dunia pertama diadakan di Olympia Hall, London, dan kegiatan tersebut juga turut mengundang peserta dari 27 negara, baden Powell pun saat itu diangkat menjadi Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World). Dan mulai dari saat itum jambore selanjutnya pun diadakan di beberapa negara lainnya.

Lalu bagaimana dengan Sejarah Pramuka Indonesia? Pada awalnya tetap di Indonesia sendiri karena adanya pengaruh dari Baden Powell yang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, dimana saat itu Belanda yang menguasai Indonesia menamakan Pramuka dengan Padvinderm dan di Indonesia mereka mendirikan NIPV (Nederland Indische Padvinder Vereeniging atau Persatuan Pandu-pandu Hindia Belanda). Dan dalam waktu singkat pula di Indonesia juga berdiri organisasi lainnya, seperti JPO (Javaanse Padvinders Organizatie), JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery) dan HW (Hisbul Wathon).

Pemerintah Hindia-Belanda pun kemudian melakukan pelarangan terhadap penggunaan istilah Padvendery. Dari sana K.H. Agus Salim kemudian mengganti nama Padvindery menjadi Pandu atau Kepanduan dan dari situ juga cikal bakal Sejarah Kepramukaan Indonesia muncul. Di tahun 1930 beberapa organisasi kepanduan pun muncul, seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) dan kemudian melebur jadi satu menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonseia) kemudian dibentuk di tahun 1931, hingga tahun 1938 organisasi ini berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia).

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
-Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
-Menepati Dasadarma.

2) Ketentuan moral yang disebut Dasadarma, selengkapnya berbunyi:

Dasadarma
1.Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3.Patriot yang sopan dan kesatria.
4.Patuh dan suka bermusyawarah.
5.Rela menolong dan tabah.
6.Rajin, trampil dan gembira.
7.Hemat, cermat dan bersahaja.
8.Disiplin, berani dan setia.
9.Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10.suci dalam pikiran,perkataan dan perbuatan

0 komentar:

Posting Komentar

 
-->