Facebook Twitter Google RSS

Tugas IKM Promkes

, ,

Kasus Individu
Di suatu tempat, tepatnya di desa Tajinan, Kabupaten malang ada seorang lelaki paruh baya yang bernama pak Ahmad Sulton , pak sulton bertempat tinggal di jalan raya sumbersuko RT 10 RW 03 Tajinan, malangtepatnya pak sulton ini adalah tetangga saya. saat ini usia pak sulton 50 tahun pada tanggal 1 september 2016 beliau mengidap penyakit DBD . Penyakit demam dengue disebabkan oleh virus dengue yang penyebarannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Karena diperantarai oleh kedua serangga tersebut, maka demam dengue tidak bisa menular dari orang ke orang secara langsung selayaknya penyakit flu. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus banyak berkembang biak di daerah padat penduduk,  misalnya di kota-kota besar  beriklim lembap dan hangat.

Gejala awal paksulton mengidap DBD saat ia mengecekkan darah kepuskesmas pada tanggal 23 agustus 2016 saat di cek darah trumbosit pak sulton turun secara drastis dimana yang sebelumnya trombositnya normal 250.000/mel turun menjadi 50. 000/mel awlalnya sebelum mengecekkan darah ke puskesmas pak sulthon demam tinggi mendadak disertai mual dan muntah, sakit kepala, dan nyeri karena dikhawatirkan terkena DBD pak sulthon langsung cek darah dan benar saja pak sulthon terkena DBD ,

Tindakkan paksulton setelah memperiksakan diri ke puskemas pak sulton meminum obat paracetamol 500mg , karena untuk menurunkan demam , disis lain pak sulton juga haru sering minum jus jambu biji karena untuk menikan trombosit , dan pak sulthon harus istirahat total
Menurut saya, cara mencegah DBD adalah berperilaku hidup sehat antara lainBersihkan bak mandi seminggu sekali, Perhatikan perabotan rumah tangga , Gunakan kasa nyamuk, Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama, Gunakan lotion anti nyamuk atau kelambu, maka dari itu marilah kita senantiasa menjaga kesehatan diri, lingkungan dan sekitar dan masyarakat setempat agar terhindar dari penyakit DBD.

Kasus Masyarakat
Kecamatan Tajinan merupakan desa padat penduduk yang terdiri dari 12 kelurahan , disalah satu kelurahan tepatnya di desa Randugading kabupaten Malang pernah terjadi wabah chikungunya,  Chikungunya adalah penyakit virus yang menyerang manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Nyamuk ini berperan sebagai perantara atau vektor yaitu organisme yang membawa virus chikungunya di dalam tubuhnya tanpa terjangkiti. Keduanya adalah jenis nyamuk sama yang menyebabkan demam berdarah. Penyebab dan gejalanya yang serupa menyebabkan penyakit chikungunya sering didiagnosis secara keliru sebagai penyakit demam berdarah.
Demam chikungunya masih sering menjadi masalah epidemi di daerah tropis dan subtropis, sepetri halnya di kecamatan tajinan  . Rendahnya status kekebalan penduduk terhadap virus serta tingginya jumlah nyamuk sebagai vektor virus chikungunya menjadi faktor pendukung timbulnya epidemi penyakit ini. Disinyalir meningkatnya genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk ketika musim hujan juga ikut berkontribusi. Disisi lain masyarakat tajinan kurang perduli terhadap lingkungan sekitarnya
Setelah tergigit nyamuk yang membawa virus, gejala akan mulai terasa pada 4-8 hari, namun juga dapat dimulai sejak 2-12 hari setelah gigitan. Gejala-gejala awalnya menyerupai gejala-gejala flu.
Tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan chikungunya. Obat-obatan pereda rasa sakit dan antiradang hanya bertujuan meredakan gejala. Di antaranya penurun demam dan analgesik untuk meredakan nyeri otot dan rasa sakit yang lain. Pada sebagian penderita yang kekurangan cairan, misalnya akibat kehilangan nafsu makan dan malas minum, pemberian cairan oralit atau infus bisa dilakukan untuk mencegah dehidrasi.
Menurut saya , untuk mengani kasus diatas sebaiknya masyarakat harus perduli terhadap kesehatan diri sendiri dan kesehatan keluarga, disisi lain masyarakat harus perduli akan lingkungan sekitarnya , dengan demikian kasus wabah cikungunya dapat di minimalisir

0 komentar:

Posting Komentar

 
-->